Pendampingan Ibu Balita Dalam Menggunakan Buku KIA Memiliki Peran Yang Sangat Vital - HARIAN DETIK NEWS

Kamis, 16 Januari 2025

Pendampingan Ibu Balita Dalam Menggunakan Buku KIA Memiliki Peran Yang Sangat Vital

 


Hariandetik.online, | NTT, 

Buku KIA adalah alat penting yang digunakan untuk mencatat perkembangan kesehatan ibu dan anak, termasuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita.

Dalam rilis yang diterima media, pada Kamis 16/1/25, Praktisi Kesehatan Ibu dan Anak, Adriana M. S. Boimau, SST., M. Kes, menyampaikan bahwa pendampingan ibu balita dalam menggunakan Buku KIA memiliki peran yang sangat vital.

Dalam Buku KIA, ibu dapat menemukan informasi terkait imunisasi, pertumbuhan fisik, serta tanda-tanda penyakit yang perlu diwaspadai.

“Saya ingin menekankan pentingnya peran ibu dalam pemantauan kesehatan balita, terutama dalam konteks pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Buku KIA bukan hanya berfungsi sebagai catatan medis, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang memudahkan ibu untuk memahami kondisi kesehatan anaknya”. Ujar Adriana.

Sebelumnya, tambah Adriana, dirinya bersama Tim Pengabmas (Pengabdian Masyarakat) tenaga kesehatan Poltekkes Kemenkes Kupang, pernah melakukan pendampingan orang tua anak balita di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang, Kabupaten Kupang pada tanggal 19 Juli 2024 lalu.

Dirinya menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan dengan melibatkan tenaga kesehatan setempat yang memberikan arahan kepada ibu mengenai cara memanfaatkan Buku KIA secara maksimal.

Hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan kesadaran ibu balita dalam pentingnya pemantauan kesehatan secara rutin, mencegah masalah kesehatan sejak dini, serta memastikan tumbuh kembang balita yang optimal.

Selain itu, kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan antara tenaga kesehatan dan masyarakat, serta menciptakan keluarga yang lebih sehat dan sejahtera.

Pendampingan ini memastikan ibu dapat mencatat setiap perkembangan kesehatan balitanya dengan baik, seperti mencatat berat badan, tinggi badan, dan hasil imunisasi, serta memahami tanda-tanda sakit yang perlu segera ditangani.

“Saya mengharapkan dengan adanya pendampingan yang dilakukan secara terus menerus, nantinya ibu-ibu di Desa Penfui Timur dapat lebih aktif dalam menjaga kesehatan balita mereka, mengurangi risiko penyakit, dan memastikan pertumbuhan yang optimal. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut”. Jelasnya.

Sementara itu, Sherlyansie V. Boimau, SST., M. Pd, selaku koordinator kegiatan Pengabmas, menambahkan bahwa Tenaga kesehatan, termasuk bidan dan perawat, memiliki peran kunci dalam mendampingi ibu balita agar mereka dapat memanfaatkan Buku KIA dengan baik.

Melalui pendekatan yang edukatif, tenaga kesehatan memberikan informasi tentang cara mencatat tumbuh kembang anak, seperti berat badan, tinggi badan, serta imunisasi yang harus diterima balita.

Selain itu, mereka juga mengedukasi ibu untuk mengenali tanda-tanda penyakit pada balita yang memerlukan perhatian medis.

“Pendampingan ini akan dilakukan secara rutin, baik di posyandu, klinik, maupun kunjungan rumah, untuk memastikan ibu dapat secara aktif memantau kesehatan anaknya. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan ibu-ibu di Desa Penfui Timur dapat lebih sadar akan pentingnya pemantauan kesehatan balita, sehingga dapat mencegah masalah kesehatan sejak dini dan mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak”. tutup Sherlyansie.

Pernyataan serupa juga datang dari Praktisi Kebidanan Komunitas, Dr. Agustina A. Seran, S.Si.T., MPH. Dirinya menyoroti pentingnya peran tenaga kesehatan dalam pendampingan ibu balita khususnya dalam pemantauan kesehatan balita melalui Buku KIA.

Menurutnya, Peran tenaga kesehatan, seperti bidan dan perawat, sangat krusial dalam memberikan pendampingan kepada ibu-ibu balita agar mereka dapat memanfaatkan Buku KIA dengan efektif.

Tenaga kesehatan bertanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada ibu tentang bagaimana mencatat perkembangan anak, seperti berat badan, tinggi badan, status imunisasi, serta tanda-tanda sakit yang perlu diwaspadai.

Pendampingan ini tidak hanya dilakukan saat kunjungan rumah atau klinik, tetapi juga dalam bentuk bimbingan secara langsung, sehingga ibu memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan anak.

Selain itu, tenaga kesehatan juga memberikan informasi mengenai jadwal imunisasi yang harus dilakukan, serta mengingatkan ibu untuk selalu memantau tumbuh kembang anak secara berkala.

Tenaga kesehatan berperan dalam menjembatani komunikasi antara masyarakat dan fasilitas kesehatan, sehingga ibu dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan yang dibutuhkan untuk anak mereka.

Melalui pendampingan yang baik, tambah Agustina, diharapkan ibu balita di Desa Penfui Timur dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan anak, mencegah penyakit, dan memastikan tumbuh kembang optimal.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya ibu-ibu dengan balita, untuk aktif dalam memanfaatkan pendampingan yang diberikan oleh tenaga kesehatan dalam pemantauan kesehatan balita melalui Buku KIA”. Ungkapnya.

Dirinya juga berharap, dengan kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan dan masyarakat, dapat menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. “Jangan ragu untuk berkonsultasi dan mengikuti kegiatan pemantauan rutin, demi kesehatan balita yang optimal dan masa depan yang lebih baik bagi keluarga kita”. Tutup Dr. Agustina. (MN)

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done